Manfaat Belajar SKB

Memulai bisnis itu tidak mudah, dibutuhkan keberanian dan kenekadan, akan tetapi tidak cuman berani dan nekad saja. Kalo ingin bisnisnya selalu ada perkembangan, maka perlu melakukan ANALISA KELAYAKAN USAHA.

Pengertian SKB

Pengertian

Kita pasti sering mendengar yang namanya studi kelayakan bisnis, tapi banyak juga di antara kita yang tidak mengerti apa pengertian studi kelayakan bisnis tersebut.

Studi kelayakan bisnis adalah penelitian yang menyangkut berbagai aspek baik itu  aspek hukum, sosial ekonomi dan budaya, aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi sampai dengan aspek manajemen dan keuangan

Semua aspek di atas digunakan untuk dasar penelitian studi kelayakan bisnis dan hasilnya digunakan untuk mengambil keputusan apakah suatu bisnis atau usaha dapat dikerjakan, ditunda bahkan tidak dijalankan sama sekali.

Pentingnya Studi Kelayakan Bisnis 

Studi Kelayakan Usaha adalah suatu penelitian tentang layak tidaknya suatu usaha dilakukan dengan menguntungkan secara terus menerus.

Ada dua studi yang dapat digunakan, yaitu :

  • Studi Kelayakan Usaha (Feasibility Study of Business)
  • Analisis SWOT: STRENGHT (Kekuatan), WEAKNESS (Kelemahan), OPPORTUNITY (Peluang), THREAT (Ancaman).

Hasil FS pada prinsipnya digunakan untuk antara lain ::

  • Merintis usaha baru;
  • Mengembangkan usaha yang sudah ada
  • Franchise / waralaba
  • Membeli usaha yang pailit
  • Memilih jenis usaha atau investasi yang paling menguntungkan.

Adapun pihak yang memerlukan FS diantaranya:

  • Pihak wirausaha (pemilik perusahaan )
  • Pihak investor dan penyandang dana;
  • Pihak masyarakat dan
  • pemerintah.
  1. Aspek dalam Studi Kelayakan

Ruang lingkup aspek-aspek yang terdapat pada proyek yang terdiri dari berbagai aspek antara lain :

  1. Aspek hukum è Berkaitan dengan keberadaan secara legal dimana proyek akan dibangun yang meliputi ketentuan hukum yang berlaku termasuk :
  • Izin Lokasi :

–      sertifikat (akte tanah),

–      bukti pembayaran PBB yang terakhir,

–      rekomendasi dari RT / RW / Kecamatan

  • Izin Usaha :

– Akte pendirian perusahaan dari notaris setempat PT/CV atau berbentuk badan hukum lainnya.

– NPWP (nomor pokok wajib pajak)

– Surat tanda daftar perusahaan

– Surat izin tempat usaha dari pemda setempat

– Surat tanda rekanan dari pemda setempat

– SIUP setempat

– Surat tanda terbit yang dikeluarkan oleh Kanwil Departemen Penerangan

Aspek hukum mempelajari tentang:

  • Bentuk badan hukum yang akan dipergunakan
  • Jaminan-jaminan yang bisa disediakan kalau akan menggunakan sumber dana yang berupa pinjaman
  • Berbagai akta, sertifikat, ijin yang diperlukan, dsb.
  1. Aspek Sosial Ekonomi dan Budaya Berkaitan dengan akibat yang diberikan kepada masyarakat karena adanya suatu proyek tersebut :
  • Dari sisi budaya Mengkaji tentang dampak keberadaan peroyek terhadap kehidupan masyarakat setempat, kebiasaan adat setempat.
  • Dari sudut ekonomi  Apakah proyek dapat merubah atau justru mengurangi income per capita panduduk setempat. Seperti seberapa besar tingkat pendapatan per kapita penduduk, pendapatan nasional atau upah rata-rata tenaga kerja setempat atau UMR, dll.
  • Dan dari segi social  Apakah dengan keberadaan proyek wilayah menjadi semakin ramai, lalulintas semakin lancar, adanya jalur komunikasi, penerangan listrik dan lainnya, pendidikan masyarakat setempat.

Untuk mendapatkan itu semua dengan cara wawancara, kuesioner, dokumen, dll. Untuk melihat apakah suatu proyek layak atau tidak dilakukan dengan membandingkan keinginan investor atau pihak yang terkait dengan sumber data yang terkumpul.

Aspek ekonomi dan sosial, meliputi penelitian tentang:

  • Pengaruh proyek tsb terhadap peningkatan penghasilan negara
  • Pengaruh proyek tsb terhadap devisa yang bisa dihemat dan bisa diperoleh
  • Penambahan kesempatan kerja
  • Pemerataan kesempatan kerja
  • Bagaimana pengaruh proyek terhadap industri lain
  • Aspek yang bersifat sosial.
  1. Aspek pasar dan pemasaran è Berkaitan dengan adanya peluang pasar untuk suatu produk yang akan di tawarkan oleh suatu proyek tersebut :
  • Potensi pasar
  • Jumlah konsumen potensial, konsumen yang mempunyai keinginan atau hasrat untuk membeli.

Tentang perkembangan/pertumbuhan penduduk :

  • Daya beli, kemampuan konsumen dalam rangka membeli barang mencakup tentang perilaku, kebiasaan, preferensi konsumen, kecenderungan permintaan masa lalu, dll.
  • Pemasaran, menyangkut tentang starategi yang digunakan untuk meraih sebagian pasar potensial atau pelung pasar atau seberapa besar pengaruh strategi tersebut dalam meraih besarnya market share.

Aspek pasar dan pemasaran mempelajari tentang:

  • Permintaan, secara total atau terinci menurut daerah, jenis konsumen, perusahaan besar pemakai, proyeksi permintaan
  • Penawaran, dalam negeri dan impor, perkembangan di masa lalu dan perkiraan di masa datang, faktor yang mempengaruhi penawaran
  • Harga, perbandingan dengan barang impor, produksi dalam negeri lain, kecenderungan perubahan harga dan polanya
  • Program pemasaran, strategi pemasaran (marketing mix), siklus kehidupan produk
  • Perkiraan penjualan dan market share yang bisa dikuasai.

Analisa pasar penting untuk memperkirakan berapa penjualan yang bisa dicapai oleh perusahaan.

Analisis aspek pemasaran è Dalam analisis pasar ada beberapa komponen yang harus dianalisis dan dicermati, di antaranya :

  • Kebutuhan dan keinginan konsumen;
  • Segmentasi pasar
  • Target;
  • Nilai tambah;
  • Masa hidup produk;
  • Struktur pasar
  • Persaingan dan strategi pesaing
  1. Aspek teknis dan teknologi è Berkaitan dengan pemilihan lokasi peroyek, jenis mesin, atau peralatan lainnya yang sesuai dengan kapasitas produksi, lay out, dan pemilihan teknologi yang sesuai.

Aspek teknis dan produksi, menyangkut pertanyaan tentang:

  • Apakah studi dan pengujian pendahuluan pernah dilakukan?
  • Apakah skala produksi yang dipilih sudah optimal? (meminimumkan biaya produksi rata-rata atau memaksimumkan laba, fasilitas ekspansi, dsb)
  • Apakah proses produksi yang dipilih sudah tepat?
  • Apakah mesin-mesin dan perlengkapan yang dipilih sudah tepat? (umur ekonomis dan fasilitas pelayanan jika terjadi kerusakan)
  • Apakah perlengkapan tambahan dan pekerjaan teknis tambahan telah dilakukan? (termasuk material handling, suplai bahan pembantu, kontrol kualitas).
  • Apakah telah disiapkan kemungkinan penanganan terhadap limbah produksi?
  • Apakah tata letak yang diusulkan dari fasilitas produksi cukup baik?
  • Bagaimana dengan pemilihan lokasi dan site produksi?
  • Apakah skedul kerja telah dibuat dengan cukup realistis?
  • Apakah teknologi yang akan digunakan bisa diterima dari pandangan sosial?

Analisis aspek produksi è Beberapa unsur dari aspek produksi/operasi yang harus dianalisis di antaranya :

  • Lokasi operasi
  • Volume operasi;
  • Mesin dan peralatan;
  • Bahan baku dan bahan penolong;
  • Tenaga kerja;
  • LAY-OUT
  1. Aspek manajemen è Berkaitan dengan manajemen pembangunan proyek dan operasionalnya.

Aspek manajemen mempelajari tentang:

  • Manajemen dalam masa pembangunan proyek. Siapa pelaksana proyek, bagaimana jadwal penyelesaian proyek, siapa yang melakukan studi masing-masing aspek: pemasaran, teknis, dan lain sebagainya
  • Manajemen dalam operasi. Bentuk organisasi/badan usaha yang dipilih. Struktur organisasi, deskripsi jabatan, dan spesifikasi jabatan. Anggota direksi dan tenaga-tenaga kunci. Jumlah tenaga kerja yang akan digunakan.

Analisis aspek manajemen  Beberapa unsur  yang harus dianalisis di antaranya :

  • Kepemilikan
  • Organisasi
  • TIM Manajemen
  • Karyawan;
  1. Aspek keuangan  Berkaitan dengan sumber dana yang akan diperoleh dan proyeksi pengembaliannya dengan tingkat biaya modal dan sumber dana yang bersangkutan.

Aspek keuangan mempelajari berbagai faktor penting:

  • Dana yang diperlukan untuk investasi, untuk aktiva tetap maupun modal kerja
  • Sumber-sumber pembelanjaan yang akan dipergunakan
  • Taksiran penghasilan, biaya, dan rugi/laba pada berbagai tingkat operasi, serta estimasi tentang break event proyek
  • Manfaat dan biaya dalam artian finansial, seperti rate of return on investment, net present value, internal rate of return, profitability index, dan payback period. Estimasi terhadap risiko proyek (total dan sistematis)
  • Proyeksi keuangan. Pembuatan neraca yang diproyeksikan dan proyeksi sumber dan penggunaan dana.

Analisis aspek keuangan  Meliputi komponen-komponen sebagai berikut :

  • Kebutuhan dana;
  • Sumber dana;
  • Proyeksi neraca;
  • Proyeksi laba rugi;
  • Proyeksi aliran kas (cash flow)

Contoh pembangunan proyek seperti pembangunan kompleks perumahan, pembangunan ruko-ruko, pembangunan sarana umum, perbaikan jalan dan lain-lain.

Desain Studi Kelayakan

Tujuan

Setelah mempelajari Bab ini mahasiswa diharapkan dapat memahami:

  • Aspek-aspek apa saja yang perlu diperhatikan dalam menyusun laporan studi kelayakan? Bagaimana sejarah proyek? Siapa sponsor proyek?
  • Studi kelayakan dilakukan oleh sponsor proyek sendiri atau menggunakan jasa konsultan? Perlu jasa konsultan luar negeri?
  • Bagaimana ide pertama muncul? Apa pendorongnya? Sponsor mempunyai pengetahuan tentang proyek?
  • Sejauh mana aspek yang mempengaruhi proyek akan diteliti? Alat dan kerangka analisa apa yang diperlukan? Data apa dan siapa sumber data untuk keperluan analisa?

Identifikasi Kesempatan Usaha

Tahap melakukan proyek investasi:

  1. Identifikasi, sponsor proyek melihat adanya kesempatan investasi yang menguntungkan. Pengamatan terhadap lingkungan untuk memperkirakan kesempatan dan ancaman usaha
  2. Perumusan, tahap menerjemahkan kesempatan investasi kedalam suatu rencana proyek yang konkret, dengan faktor-faktor yang penting dijelaskan secara garis besar
  3. Penilaian, melakukan analisa dan menilai aspek pasar, teknik, keuangan, dan perekonomian
  4. Pemilihan, melakukan pemilihan dengan mengingat segala keterbatasan dan tujuan yang akan dicapai
  5. Implementasi, menyelesaikan proyek tersebut dengan tetap berpegang pada anggaran.

Identifikasi kesempatan berusaha, bisa dilakukan dengan menggunakan berbagai cara:

  1. Mempelajari impor.
  2. Menyelidiki material lokal untuk kemungkinan eksploitasi lebih lanjut
  3. Mempelajari keterampilan tenaga kerja, terutama untuk jenis industri tertentu
  4. Melakukan studi industri
  5. Menerapkan kemajuan teknologi. Perubahan teknologi dari waktu ke waktu memungkinkan investor memanfaatkan sebelum pihak lain menggunakannya (competitive advantage).
  6. Mempelajari hubungan antar-industri.
  7. Menilai rencana pembangunan.
  8. Melakukan pengamatan di tempat lain.

Tujuan Keputusan Investasi

Tujuan yang paling tepat dari pengambilan keputusan untuk melakukan investasi adalah untuk memaksimumkan nilai pasar modal sendiri (saham).

Tujuan ini menghadapi masalah-masalah operasional (terutama di negara-negara yang sedang berkembang):

(1)    Tidak bisa diterapkan pada sektor publik karena tidak ada pemilikan lain selain negara

(2)    Sejumlah besar perusahaan pada sektor swasta tidak menjual sahamnya ke pasar modal

Pengetahuan tentang bagaimana pengaruh keputusan investasi terhadap nilai pasar modal sendiri masih kurang cukup.

ANALISIS STUDI KELAYAKAN

ALAT DAN KERANGKA ANALISA

  1. Analisa aspek pasar dan pemasaran:
  • metode ekstrapolasi mekanis (noncausal method),
  • metode ekonometri (tentang hubungan antar-variabel), dan
  • metode-metode lain (metode judgement, metode koefisien teknis).

Survei khusus yang mungkin harus dilakukan tentang consumer behavior:

  • Perilaku konsumsi
  • Kepuasaan thd. produk saat ini
  • Pengetahuan produk
  • Kebutuhan yg belum terpenuhi
  • Keinginan dan rencana pembelian
  • Sikap terhadap produk
  • Motif pembelian
  • Karakteristik sosial ekonomi.
  1. Analisa aspek teknik dan produksi, dilakukan oleh mereka yang menguasai pengetahuan teknis dan manajemennya (resource persons), menyangkut:
  • Analisa perilaku biaya (identifikasi fungsi biaya)
  • Analisa perbandingan biaya (memilih alternatif produksi yang lebih baik)
  • Analisa penggantian aktiva dan penyediaan mesin
  • Metode transportasi (menentukan lokas gudang)
  • Pemilihan lokasi dengan metode scoring atau perbandingan biaya
  • Analisa hubungan link analysis untuk mengatur tata letak fasilitas produksi
  • Time and motion study untuk pengaturan skedul kerja.
  1. Analisa aspek keuangan dengan menggunakan alat berikut:
  • Metode penilaian investasi
  • Metode penentuan kebutuhan dana, baik modal kerja maupun aktiva tetap
  • Metode pemilihan sumber dana (modal keseluruhan perusahaan. Analisis rentabilitas ekonomi, rentabilitas modal sendiri, pertimbangan aspek likuiditas)
  • Analisa break event, linear maupun nonlinear
  • Proyek aliran kas (anggaran kas) untuk memperkirakan kemampuan memenuhi kewajiban finansial
  • Analisa sumber dan penggunaan dana
  • Analisa risiko investasi (dihubungkan dengan penilaian profitabilitas investasi).
  1. Analisa aspek manajemen:
  • Analisa jabatan: menentukan deskripsi dan spesifikasi jabatan
  • Analisa beban kerja dan angkatan kerja: menentukan kebutuhan akan jumlah tenaga kerja
  • Analisa struktur organisasi: menentukan kedalaman, dasar pengelompokan kegiatan dan hubungan antar departemen.
  1. Analisa manfaat ekonomi dan sosial:
  • Melakukan penyesuaian terhadap manfaat komersial (finansial)
  • Analisa manfaat dan pengorbanan sosial.

Selamat Mencoba

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s